slot depo 10k

APDberita mojokertoDaerahK3Keselamatan KerjaMaintenance JaringanMojokertoPelanggaran K3PT Bach Multi GlobalTeknisi WiFiWiFi Gangguan

Teknisi WiFi Mojokerto Diduga Melanggar Protokol K3 Selama Perbaikan Malam Hari

Perbaikan jaringan WiFi yang dilakukan pada malam hari di Jalan Brawijaya, Kota Mojokerto, pada Kamis (16/4/2026), telah menarik perhatian publik. Aktivitas ini yang seharusnya mengutamakan keselamatan kerja ternyata diduga melanggar standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), menimbulkan berbagai pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Insiden Perbaikan WiFi di Mojokerto

Pada sekitar pukul 01.45 WIB, empat teknisi terlihat sedang melakukan pemeliharaan kabel optik dengan menggunakan satu unit kendaraan operasional. Namun, dalam situasi jalan yang gelap dan berbahaya, mereka tidak dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai, seperti helm, rompi reflektif, dan sepatu keselamatan.

Ketidakhadiran perlengkapan keselamatan ini menimbulkan keprihatinan, terutama karena pekerjaan tersebut dilakukan di area terbuka yang berpotensi membahayakan baik bagi pekerja maupun pengguna jalan yang melintas.

Pernyataan dari Penanggung Jawab

Seorang individu yang mengaku bertanggung jawab di lokasi tersebut, Dede Aditya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pekerjaan jaringan optik yang dilakukan oleh PT Bach Multi Global (BMG). Ia juga mengakui adanya pelanggaran terhadap prosedur keselamatan yang harusnya diterapkan.

“Memang benar, kami tidak menggunakan APD. Sesuai dengan SOP, seharusnya kami menggunakan perlengkapan lengkap seperti helm, sepatu, dan celana panjang,” ungkap Dede.

Alasan di Balik Keadaan Mendesak

Dede beralasan bahwa pekerjaan tersebut harus dilakukan dengan cepat karena gangguan jaringan yang tidak terduga. Namun, argumen ini dinilai tidak cukup kuat untuk membenarkan pengabaian terhadap standar keselamatan kerja yang seharusnya menjadi prioritas.

Kurangnya Koordinasi dan Pengetahuan

Satu fakta mencolok lainnya adalah ketidakmampuan teknisi untuk menyebutkan alamat lengkap kantor perusahaan mereka. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sistem koordinasi di lapangan dan kejelasan penugasan yang seharusnya ada di antara para pekerja.

Seorang warga yang menyaksikan kejadian ini berpendapat bahwa insiden tersebut bukan sekadar kelalaian pribadi, melainkan mencerminkan lemahnya penerapan sistem K3 di perusahaan yang bersangkutan.

Risiko Pekerjaan Malam Hari

“Ini adalah pekerjaan yang penuh risiko, terutama jika dilakukan di malam hari tanpa pencahayaan yang memadai. Tanpa APD, situasi ini menjadi sangat berbahaya,” ujarnya menegaskan.

Ia juga menambahkan bahwa terburu-buru dalam menyelesaikan pekerjaan tidak bisa dijadikan alasan untuk mengesampingkan keselamatan. Jika situasi ini dibiarkan, dikhawatirkan akan menjadi kebiasaan yang berulang dan dapat menyebabkan kecelakaan kerja di masa depan.

Tanggapan Pihak Manajemen

Hingga berita ini ditayangkan, manajemen dari PT Bach Multi Global belum memberikan klarifikasi resmi mengenai insiden ini. Tim media masih berusaha menghubungi pihak perusahaan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait komitmen mereka terhadap penerapan standar keselamatan kerja.

Pentingnya Keselamatan dalam Pelayanan Publik

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa pelayanan publik, termasuk jaringan internet, tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan. Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja seharusnya menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas kerja, tanpa adanya kompromi.

Kesimpulan

Dalam dunia yang semakin bergantung pada teknologi, penting bagi setiap perusahaan, termasuk penyedia layanan internet, untuk memastikan bahwa keselamatan kerja tidak diabaikan demi kecepatan atau efisiensi. Penerapan standar K3 yang ketat harus menjadi bagian integral dari setiap operasi, terutama dalam situasi yang berisiko tinggi seperti perbaikan jaringan di malam hari.

Dengan menegakkan prinsip-prinsip keselamatan yang baik, kita tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga masyarakat luas yang menggunakan layanan tersebut. Harapan ke depan adalah agar insiden serupa tidak terulang, dan semua pihak dapat belajar dari kejadian ini untuk meningkatkan keselamatan di tempat kerja.

Back to top button