Mirza Berupaya Tingkatkan Keamanan Pemudik, Tindak Cepat Perbaikan Lampu Jalan yang Padam

Dalam upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan pemudik selama musim Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan timnya telah melakukan berbagai langkah strategis. Salah satu upaya terpenting adalah mempercepat proses perbaikan jalan dan lampu penerangan jalan yang tidak berfungsi di sepanjang jalur mudik.
Merawat Infrastruktur untuk Keamanan Pemudik
Restorasi lampu jalan menjadi prioritas utama, mengingat pentingnya pencahayaan jalan untuk keamanan pengendara, terutama di malam hari. Djausal dan timnya telah merespons cepat adanya keluhan terkait lampu jalan yang mati, yang dapat menimbulkan potensi bahaya bagi pemudik.
Berbekal informasi dari masyarakat, tim dari Dishub dan Balai segera ditugaskan untuk memperbaiki lampu jalan yang padam. Menurut Gubernur Lampung, beberapa titik yang sebelumnya gelap kini telah kembali terang.
Penyebab dan Solusi Lampu Jalan Mati
Dalam proses perbaikannya, tim menemukan bahwa beberapa lampu padam disebabkan oleh hilangnya baterai solar. Langkah cepat diambil dengan segera mengganti komponen yang hilang dan rusak, baik untuk lampu jalan berbasis tenaga surya maupun konvensional.
“Kami ingin memastikan pemudik yang melintas di Lampung harus aman,” kata Mirza, menegaskan komitmennya dalam menciptakan jalur mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Perbaikan Infrastruktur Jalan
Selain penanganan lampu jalan, perbaikan infrastruktur jalan juga menjadi fokus perhatian. Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) bekerja secara intensif untuk mempercepat perbaikan sejumlah ruas jalan provinsi. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat menjelang arus mudik Lebaran.
Beberapa metode yang digunakan dalam perbaikan jalan antara lain penutupan lubang jalan (patching), perbaikan struktur jalan, hingga pembenahan sistem drainase di berbagai titik strategis.
Prioritas Utama: Kesiapan Infrastruktur Jalan
Gubernur Lampung menekankan bahwa kesiapan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat saat musim mudik. Sejumlah ruas jalan provinsi mendapatkan perhatian khusus, baik yang mengalami kerusakan akibat banjir maupun yang membutuhkan perbaikan struktur.
Pembangunan jembatan darurat sementara juga dilakukan di beberapa lokasi yang jembatannya ambrol akibat terjangan banjir. Misalnya di ruas jalan provinsi Ulusemong – Trimulyo di Dusun Pusaka Jaya, Pekon Sirna Galih, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus.
- Ruas Gedong Tataan – Kedondong, Kabupaten Pesawaran, dengan total panjang sekitar 20 kilometer.
- Ruas Pringsewu – Pardasuka di Kabupaten Pringsewu dengan panjang sekitar 18 kilometer.
- Ruas Kalirejo – Pringsewu dengan panjang kurang lebih 21 kilometer.
Pengamanan Arus Mudik
Bukan hanya infrastruktur, Gubernur Lampung juga memantau langsung kesiapan pengamanan arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Pengawasan dilakukan di kawasan Pelabuhan Bakauheni dan ruas Jalan Tol Trans Sumatera, Lampung Selatan.
Mirza dan rombongan memeriksa pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 yang bertujuan untuk memastikan kesiapan pos pelayanan dan pengamanan di beberapa titik penting. Beberapa di antaranya adalah Pos Pelayanan Rest Area 49B, Pos Pelayanan Rest Area 20B, serta Pos Pelayanan Bakauheni.
Rombongan juga meninjau fasilitas kesehatan, sarana pelayanan pemudik serta kesiapan personel yang bertugas selama masa arus mudik Lebaran.