Longsor di Sembahe Sibolangit Mengakibatkan 5 Korban Jiwa

Hujan deras yang melanda kawasan Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, telah menyebabkan bencana longsor yang mengakibatkan tragedi besar. Dalam insiden ini, enam orang dilaporkan menjadi korban, di mana lima di antaranya kehilangan nyawa mereka. Kejadian ini menyoroti betapa rentannya daerah tersebut terhadap bencana alam, terutama saat curah hujan tinggi.
Detail Kejadian Longsor di Sembahe
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas Medan, Hery Marantika, mengkonfirmasi bahwa terdapat enam orang yang terlibat dalam insiden tersebut, dengan lima di antaranya meninggal dunia. Menurutnya, longsor terjadi ketika tanah yang tidak mampu menahan beban air hujan menimpa rumah-rumah warga di sekitar lokasi tersebut.
Korban Tewas dan Luka
Hery menambahkan bahwa satu orang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini sedang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Keadaan ini menggambarkan dampak parah dari bencana longsor yang tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menyebabkan kerugian materiil yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Proses Evakuasi dan Penanganan Bencana
Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP I Made Parwita, menyatakan bahwa tim gabungan telah berhasil membersihkan material longsor dan pohon tumbang yang sebelumnya menghalangi akses jalan. “Akses jalan yang terhalang sudah dibersihkan dan saat ini sudah normal kembali,” ujarnya menjelaskan langkah-langkah yang diambil untuk mengembalikan situasi ke kondisi semula.
Kondisi Banjir dan Longsor
Banjir dan longsor yang melanda Sembahe terjadi akibat hujan deras yang turun sejak malam hari pada tanggal 7 April 2026. Tim Brimob bersama dengan Basarnas, TNI, dan masyarakat setempat telah berupaya untuk mencari dan mengevakuasi korban-korban yang terjebak di bawah timbunan tanah.
Daftar Korban
Berikut adalah daftar korban yang dilaporkan meninggal dunia akibat longsor tersebut:
- Gobal Sembiring (Lk), umur 39 tahun
- Riski Sembiring (Lk), umur 14 tahun
- Boy Simorangkir (Lk), umur 51 tahun
- Rosmawati br Ginting (Pr), umur 49 tahun
- Jamilah br Ginting (Pr), umur 48 tahun
Selain itu, satu orang yang selamat dari insiden ini adalah Sehat br Tarigan (Pr), yang berusia 65 tahun. Kondisi korban selamat saat ini terus dipantau untuk memastikan pemulihan yang optimal.
Langkah-Langkah Selanjutnya dan Tanggap Darurat
Setelah semua korban ditemukan, tim gabungan masih tetap berada di lokasi untuk melakukan pembersihan terhadap material longsor yang tersisa. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang telah mendirikan posko darurat dan dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan para korban yang terdampak oleh bencana ini.
Kesigapan tim tanggap darurat dalam menghadapi situasi ini patut diacungi jempol, mengingat mereka bekerja dengan cepat dan efektif untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan adanya posko darurat, diharapkan kebutuhan dasar para korban dapat terpenuhi sementara waktu.
Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana
Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang bagaimana cara bertindak saat terjadi keadaan darurat seperti longsor atau banjir. Pengetahuan ini akan sangat membantu dalam mengurangi risiko dan dampak yang dapat terjadi.
Penutup dan Harapan
Dengan adanya kejadian tragis ini, diharapkan semua pihak dapat bekerja sama untuk meningkatkan sistem peringatan dini dan mitigasi bencana di wilayah-wilayah rawan longsor. Melalui upaya kolektif, kita dapat mengurangi risiko dan melindungi masyarakat dari ancaman bencana alam yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.
Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Kita semua berharap agar bencana serupa tidak terulang di masa depan dan langkah-langkah pencegahan dapat dilaksanakan dengan lebih baik.




